Sebut saja badminton, bowling, tenis meja, bilyard, hingga permainan kartu gaple selalu saja namanya yang tertulis paling atas sebagai juara, atau minimal juara ketiga.
Nama lengkapnya Meidy Walangitan Lindekilde, menikah dengan Hans Lindekilde seorang warga negara Denmark. Memiliki 2 anak laki-laki yaitu Steven Lindekilde (15 th) dan Nicholas Lindekilde (10 th). Wanita yang berasal dari Manado ini tinggal di Ho Chi Minh City selama 8 tahun. Menyukai olahraga badminton, tenis meja, bowling, aerobic dan bilyard. Dilihat dari hobinya, tidak mengherankan apabila ada perlombaan olahraga dia selalu menjadi juara.
Dari semua kota yang pernah saya tinggali, tidak ada yang dapat membandingi persahabatan dan kenangan saya selama di HCMC.
Sejak Agustus 2011, Meidy dan keluarganya berdomisili di Aalborg, Denmark setelah sebelumnya sempat tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia selama 2 tahun semenjak kepindahannya dari HCMC.Dimanapun tempat tinggalnya tidak membuat wanita ini berhenti bermain badminton. Sewaktu masih di HCMC tidak pernah absen bermain, selalu datang 3x seminggu di markas IBCS. Di Kuala Lumpur aktif bermain juga dengan Rexy Mainaki dan groupnya di Kiara Mas Sutra.
Dan di Aalborg masih juga bermain dengan klub badminton orang asia yang berasal dari Indonesia, Malaysia, China, Thailand dan Vietnam.
Saat masih tinggal di HCMC, ternyata Ibu Meidy sempat bekerja di 2 tempat dengan fungsi yang berbeda. yang pertama di Family Medical Practice (2 th) dan yang kedua di Saigon Van (1,5 th), sebuah perusahaan moving.
"Banyak sekali kenangan indah selama tinggal di HCMC" katanya. Menjadi pengurus organisasi Masyindo HCMC periode I sebagai bendahara, lalu sebagai sekretaris IBCS (Indonesian Badminton Club Saigon) sejak pertama kalinya dibentuk.
M: "Selain olahraga kami lihat anda juga sering terlbat dalam kegiatan seni dan budaya?"
ME: "Iya benar, walaupun sejak kecil saya paling nggak suka menari tarian daerah, tapi anehnya selama tinggal di HCMC, saya belajar 8 tarian daerah dan sering melakukan 'performance' di berbagai acara. Dan saya pikir itu dikarenakan ibu-ibu masyarakat Indonesia di HCMC begitu giatnya berlatih dan rajin saling mengingatkan dengan sering menelpon. Tidak ketinggalan pula KJRI di HCMC membantu menyiapkan guru untuk melatih kami." jawabnya.
"Saya juga belajar main gamelan di konsulat dan melakukan 'performance' di acara resepsi 17-Agustus yang diselenggarakan oleh KJRI di HCMC."
![]() |
| Memainkan gamelan pada acara Indonesian Day (Pics by: Nona Muskita) |
![]() |
| Indonesian Day 2011 (Pics by: Nona Muskita) |
M: "Menurut pengamatan anda, ada nggak sih karakteristik khusus orang Indonesia yang tinggal di HCMC yang tidak anda temukan di tempat lain?"
ME: "Saya pikir di HCMC, kalau ada satu orang Indonesia menemukan tempat murah untuk shopping, next day semua orang Indonesia pergi ke tempat yang sama dan beli barang yang sama." katanya.
"Tapi iya serius, rasa persahabatan yang terjalin di HCMC saya rasakan begitu eratnya dan nggak bisa dilupakan begitu saja. Bersama orang-orang dekat di sekitar saya, selama di HCMC saya mempunyai persahabatan yang sangat erat dari group Las Vegas sampai group QQ. Kami nggak pernah capai bertemu dari makan siang (Las Vegas) hingga makan malam, bahkan sesekali bermain kartu sampai pagi.
Yang paling istimewa adalah, kalau saya lagi sedih di rumah…saya nggak pernah takut karena saya hanya tinggal telepon teman dan kita bisa janjian bertemu paling sedikit 5 orang untuk bisa berbagi cerita dan tertawa bersama. Hasilnya, ketika saya pulang ke rumah hati saya sudah senang dan terhibur, karena teman-teman saya selalu siap siaga membantu dalam suka dan duka. Itulah persahabatan yang sejati."
| Dengan keluarga saat berlibur ke Paris |
"Sebagai eks Masyindo saya punya beberapa pengalaman paling seru waktu selama tinggal di HCMC, antara lain ketika saya diceburin ke kolam renang oleh teman-teman pada saat acara ulang tahun. Setiap mereka yang datang pasti akan mendapat giliran diceburin. Jadi kalau mau datang acara kami selalu siap dengan membawa baju cadangan. Saking lucunya, sampai ada beberapa teman bersembunyi di toilet atau lari keluar pagar rumah karena takut diceburin." kenangnya.
![]() |
| Meidy (tengah) saat bertanding tenis dengan masyarakat Indonesia |
Di Aalborg tidak begitu banyak orang Indonesia tapi kita selalu mencoba bertemu pada waktu weekend. Dari semua kota yang pernah saya tinggali, tidak ada yang dapat membandingi persahabatan dan kenangan saya selama di HCMC."
"Harapan saya untuk teman-teman yang masih berada di HCMC, nikmati dan rawatlah persahabatan yang ada di sana karena tidak ada tempat selain HCMC yang mempunyai hubungan yang begitu akrab dari satu warga Indonesia dengan yang lainnya, tidak ketinggalan pula hubungan dengan konsulat. Teruskan perjuangan Masyindo dan IBCS karena itu adalah salah satu sarana efektif yang dapat membuat anda betah tinggal di HCMC dan membuat teman baru.
Jangan lupa shopping-lah sebanyak-banyaknya karena HCMC adalah salah satu tempat paling murah yang saya ketahui.
Tetaplah menjaga hubungan yang baik walaupun sudah berpencar di beda2 negara." katanya sebagai pesan pada team profile Masyindo.
![]() |
| Saat acara ulang tahun (tema: Back to School) bersama masyarakat Indonesia di HCMC |




Tunggu kehadiran Humas Masyindo HCMC di rumah anda atau hubungi
0 Testimoni:
Testimonial
Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.