30 September 2012

LUKDY

Namanya sangat singkat, hanya satu kata : Lukdy. Walaupun sudah tinggal di Vietnam sejak bulan Juni tahun 2000, sebenarnya tim profile pertama kali bertemu dengan bapak satu anak ini baru pada tahun 2009. Saat itu IBCS (Indonesian badminton Club Saigon) di bawah bendera Masyindo HCMC mengadakan kunjungan ke Phnom Penh, Cambodia dalam rangka pertandingan persahabatn badminton dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Phnom Penh. Tapi saat itu pria ini belum menikah, masih bujangan. Bis yang kami tumpangi adalah bis sewaan miliknya.

Dan sepertinya, saat itu usahanya dalam bidang jasa tour & travel yang dirintisnya sejak tahun 2007 mulai menggeliat dan dikenal oleh khalayak.

"Saya melihatnya sebagai sebuah peluang dan kesempatan, khususnya dalam bidang usaha jasa yang saya tekuni sekarang"

Terlahir di Pontianak 32 tahun yang lalu, Lukdy memiliki 5 saudara, 2 laki-laki dan 3 saudara perempuan. Orangtuanya saat ini tinggal di kompleks Alam Sutera Gardenia – Serpong, Tangerang.
Lukdy menikahi seorang wanita warga negara Vietnam yang berasal dari Vinh Long, dan beberapa bulan yang lalu telah dianugerahi seorang anak perempuan bernama Abigail Elisabeth Charissa yang lahir pada 27 May 2012.

Perjalanan Karir
Awalnya bekerja di Jakarta sebagai salesman, dan kemudian perusahaan tersebut membuka cabang di Vietnam dan Lukdy ditugasi untuk memasarkan alat-alat pertanian, sodium cyclamate, dan minuman instant dalam sachet sejenis Nutrisari. Lalu pada tahun 2007 beliau mengundurkan diri untuk mencoba peruntungan di perusahaan lokal yang bisnisnya bergerak dalam bidang pupuk di kota Da Lat.
Bekerja selama kurang lebih 6 bulan, kebetulan seorang temannya membutuhkan bantuan tour guide dan pengaturan penginapan di Vietnam, pada saat itu pula dirinya mencoba untuk membuat usaha dalam bidang jasa dengan nama Van Trinh Travel.
Tahun 2010 usahanya berganti nama menjadi Phi Loan Travel, yang lingkup jasanya meliputi penyewaan mobil, bus dan kendaraan lainnya. "Sampai saat ini lancar Pak, semuanya karena kasih dan anugrah Tuhan Yang Maha Esa sehingga bisa Tinggal di Vietnam. Tanpa Sang Pencipta kita tidak bisa berbuat apa-apa." ucapnya mensyukuri kehidupannya saat ini.
Armada transportasi (dikutip dari website)

M: "Dimanapun, memulai sebuah usaha bukan soal yang mudah Pak, terutama berusaha di negeri orang. Apa saja tantangan-tantangan yang selama ini sering dihadapi?"
LU: "Tantangan paling besar adalah modal usaha & bagaimana kami beradaptasi dengan cara berpikir dan perilaku masyarakarat Vietnam." jelasnya.

M: "Menurut anda, tips dan trik apa yang bisa dibagi dalam hal menjaga kelangsungan usaha di Vietnam? Dan bagaimana perilaku pengusaha di sini dalam menjalankan usaha?"
LU: "Yang utama adalah membina hubungan kepercayaan karena tanpa rasa kepercayaan di manapun usaha atau kerja tidak mungkin bisa bertahan lama. Selain itu tidak boleh sombong, tidak serakah, dan selalu memperhatikan mereka yang di bawah kita, misalnya karyawan/staff. Bagaimana pun harus menjadikan berkat untuk orang sekitar, di mana kita menabur pasti kita akan menuai."

Tidak lupa Lukdy juga memaparkan beberapa hal penting untuk menjalankan usaha khususnya di Vietnam adalah mentaati peraturan dengan benar dan cermat. Artinya, segala permasalahan administrasi harus benar-benar dijalankan sesuai dengan peraturan negara Vietnam. Misalnya tentang pajak dan registrasi perusahaan.

"Bagi saya Vietnam adalah negara yang sangat strategis dalam usaha untuk jangka panjang," katanya. "Karena lokasinya yang dekat dengan beberapa negara lainnya  masih dalam satu daratan, sehingga bisa dijangkau melalui moda transportasi darat. Kamboja, Laos, Thailand, dan Myanmar, bahkan Cina. Saya melihatnya sebagai sebuah peluang dan kesempatan, khususnya dalam bidang usaha jasa yang saya tekuni sekarang."
"Di sisi lain Vietnam memang masih tergolong memiliki tingkat kriminal yang cukup tinggi. Saya sangat sedih saja ketika sedang di jalan raya, gang kecil dan lampu merah, melihat orang Vietnam (pria dan wanita) atau orang asing dijambret dengan mengunakan sepeda motor. Ini yang harus menjadi kewaspadaan kita selama tinggal di Vietnam."

Sebelum kembali melanjutkan kesibukannya, Lukdy mengharapkan agar Masyindo HCMC terus berambisi & terus berupaya untuk saling melengkapi baik kekurangan dan kelebihannya. Dan agar menjadi berkesan sebagai salah satu penyedia layanan persahabatan di perantauan yang jauh dari tanah air Indonesia. Juga berharap agar Masyindo HCMC dapat mencapai prestasi yang lebih besar lagi sesuai tujuan & impian yang besar dalam kehidupan dengan jangkauan tangan kasih Tuhan Yang Maha Esa serta damai dan sejahtera, sehat selalu & sukses bersama selalu menyertai kita semua.
"Wishing You & Family, Health & Happiness". AMIEN.

Saat sedang berlibur di daerah utara Vietnam
Bersama rekan usaha dan istri (nr. 2 dari kanan)

0 Testimoni:

Testimonial

Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.