Minggu ini kembali kami menampilkan sosok profil masyarakat Indonesia di Vietnam yang juga memiliki hobby fotografi. Dan menilik dari apa yang telah dilakukannya saat ini, fotografi tidak lagi sebuah pengisi waktu luang saja, akan tetapi ibu Ivonne telah merubahnya menjadi sesuatu yang lebih profesional. Di samping itu, Ibu Ivonne beserta keluarga menjadi salah satu dari beberapa orang/keluarga yang memilih untuk kembali ke Vietnam setelah kepulangan mereka ke tanah air pada tahun 2010.Tentu ada beberapa alasan menarik yang mendasari keputusan tersebut. Mari kita simak penuturan mereka berikut ini.
Background
Saya adalah isteri dari FX. Bhakti Priyana, dan ibu dari seorang putera, J. Braska Miquel. Lahir tahun 1971 dan besar di kota batik, Pekalongan. Anak sulung dari 2 bersaudara. Hijrah ke Jakarta untuk kuliah di fakultas Arsitektur - Universitas Tarumanagara, tahun 1990. Bertemu mantan (sekarang suami, red) dan lulus bersama sebagai Arsitek tahun 1995. Sama-sama bekerja sebagai Arsitek & Interior Designer di awal karir kami.
Krisis moneter 1998 ternyata tidak saja membawa dampak yang signifikan, tapi mampu membelokkan karir kami. Pindah Jalur Ganti Haluan! Saya bergabung sebagai marketing dan sales di Duta Pertiwi, developer ternama pendulang emas dengan proyek komersial andalan bernama ITC. Sementara Bhakti memutuskan untuk ambil Master di bidang marketing di Prasetya Mulya.
Tahun 1999 kami menikah dan tahun 2000 kami dikaruniai seorang putera, Sementara Bhakti bergabung di perusahaan multinasional asal Amerika, Sara Lee, segera setelah gelar S2 berhasil Ia raih.
Tahun 2001 s/d 2007 saya bergabung dengan Agung Sedayu Group, sebagai Corporate Advertising & Promotion GM, memimpin divisi inhouse design dan promosi untuk corporate, semua produk properti ASG beserta business unit nya, baik commercial property, residential apartment maupun estate.
Tahun 2001 pula, Bhakti bergabung dengan Mentos, di bawah bendera Perfetti van Melle, sebuah perusahaan aliansi Italy-Belanda.
Overseas Opportunities
Kami tak pernah membayangkan boleh mengenyam kesempatan bekerja di tanah rantau, khususnya Vietnam. Kami tidak pernah membayangkan besar dan mahalnya arti sebuah KEPUTUSAN. Pindah jalur pekerjaan yang kita putuskan membuahkan rentetan peristiwa besar, bahkan merubah nasib dan hidup kami bertiga.
Keputusan Bhakti untuk terus bergabung di perusahaan multinasional, telah menerbangkan Bhakti untuk bertugas selama 1 tahun tanpa keluarga di Milan, Italy (2004-2005).
Selang 2 tahun kepulangannya dari Italy, Bhakti membawa kami sekeluarga hingga ke negeri Uncle Ho tahun 2007 - 2010. Hal ini menjadi dasar dan alasan kuat mengapa saya berhenti berkarir.
Dari Vietnam, kami kembali ke tanah air tahun 2010-2011.
Akhir tahun 2011 s/d sekarang, Bhakti membawa kami kembali ke Vietnam untuk yang kedua kalinya dengan bergabung di perusahaan minuman terbesar di Vietnam, dengan produk andalan berlabel Dr. Thanh Tea, Number 1 Energy Drink dan Zero Degree Tea, sebagai produknya.
Saigon, here we come ! Again.... :)
![]() |
| Kembali ke Vietnam, anggota keluarga kami bertambah ! ada Fufu 'The Puppy' menemani... :) |
Apa saja SUKA dan DUKA nya selama tinggal di Vietnam ?
Banyak SUKAnya daripada Dukanya :)
1. Kita lebih banyak waktu untuk keluarga, kerja dan istirahat pun seimbang.
Quality of Time, Life Should be Balanced!
2. Kesempatan memiliki pengalaman dengan wawasan International sudah pasti didapat.
3. Banyak waktu luang yang bisa kita pakai untuk hal yang positif, menekuni hobby, misalnya.
4. Di Saigon tepatnya, saya menemukan Indonesia Kecil yang hangat lagi damai, indah dengan ikatan silahturahmi dan rasa solideritas yang tinggi antar umatnya..., membuat saya kembali seperti anak SD yang rindu masuk sekolah hanya karena ingin bertemu teman-teman.
Menjalani tugas yang berat tak terasa seberat tugas itu sesungguhnya, karena saya menemukan teman sekaligus saudara dalam suka dan duka. It feels I AM HOME :)
Duka itu sendiri datang ketika saatnya kita harus berpisah. It could makes me cry... :(
![]() |
| Curi waktu buat foto bersama Teman-Teman MASYINDO HCMC saat meliput acara Kenegaraan 67 Tahun INDONESIA MERDEKA di Saigon Park Hyatt, 28 Sept 2012 |
Kenangan Tak Terlupakan!
Summer 2008, kami memutuskan untuk adventure ke daerah Vietnam Utara, dengan tujuan Hanoi, Ha Long Bay dan Sapa. Kenapa temanya adventure? Karena 2/3 masa dari rencana 5D4N akan kami habiskan di alam terbuka.
"We had extremely fun for the whole holiday package, till finally we got trapped just right while we backed home in the night train from Sapa-Hanoi caused by the storm disaster in North Vietnam."
Karena rel kereta putus, bersama 350 turis mancanegara lainnya, kami terpaksa lewat jalan darat dengan naik bus. Di dalam perjalanan kami terjebak oleh tanah longsor dan banjir. Tanpa persediaan makanan, tanpa air bersih, tanpa pakaian bersih, apalagi mengharapkan sinyal handphone, untuk berteduh sekalipun dalam keadaan darurat kami terpaksa puas bisa bermalam di gudang beras. Total waktu kami terjebak adalah 4 hari 4 malam, di atas gunung tanpa tahu rimbanya, bahkan nama desanya pun tak ada di dalam peta.
Singkat cerita, akhirnya kami bisa kembali dengan selamat setelah melalui perjuangan mengharukan dan penuh tantangan.
Kami baru menyadari beberapa hari kemudian, bahwa kami telah beruntung selamat dari bencana alam terbesar yang menelan ratusan jiwa, yang melanda Vietnam Utara terparah selama 30 tahun terakhir. Berita bencana ini rupanya telah menjadi berita utama di beberapa harian ternama Vietnam, selama kami terjebak. Praise The Lord !
Pelajaran untuk kami agar lebih berhati-hati dalam menentukan tema liburan untuk keluarga, khususnya jika kami menyertakan anak kecil ... :)
*) catatan: Braska masih berusia 8 tahun saat itu.
Kita pulang dengan benar-benar mengalami The Real of Perfect Adventure! :))
Life is An Adventure, yet Life is Such A Miracle !
![]() |
| Hanya karena besar Kasih Mulia NYA, maka kita boleh HIDUP di medan sesulit apa pun. |
Good Memories!
Terharu sekaligus bangga mampu merebut piala tenis untuk Indonesia dengan pengumpulan nilai tertinggi untuk nomor ganda di Philippine Independence Friendship Cup 2009, sebuah pertandingan tenis persahabatan antar 4 negara (Philippine, Vietnam, Malaysia dan Indonesia) di HCMC, 14 Juni 2009. Kemenangan ini terasa lebih berkesan, karena ibunda yang kebetulan sedang berada di Saigon turut menjadi bagian dari team, berjuang bersama teman-teman Masyindo. Kemenangan team Indonesia ini diliput di harian utama Vietnam. Piala & korannya masih saya simpan sebagai kenang-kenangan :)
Yah, itu adalah kenangan tak terlupakan bagi kami sekeluarga. Bahkan, ketika kami kembali ke tanah air, kami membawanya sebagai pengalaman berharga dari negeri seberang.
![]() |
| Tenis Tournament 2009 |
Kontribusi penting keluarga Ivonne Suwandi terhadap komunitas masyarakat Indonesia di Vietnam tidak terbatas pada turnamen tenis 2009 saja, kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak Indonesia pun juga menjadi perhatiannya. Buktinya adalah kerjasamanya dengan beberapa masyarakat, khususnya bantuannya dalam menyediakan tempat untuk nonton bareng, memutar film nasional Indonesia 'Laskar Pelangi' pada 21 Maret 2010.
Even tersebut menjadi pemicu semangat teman-teman yang lain untuk memutar film nasional yang hingga saat ini telah 3 kali dilakukan, dan dengan cara yang semakin profesional.
| Nonton Bareng Laskar Pelangi - di Somerset HCMC (2010) |
Saya punya banyak HOBBIES
Saya suka tenis, suka nonton Movie, suka banget denger music, apalagi berpetualang, dan selalu tertarik dengan apa saja yang berbau seni, seni bangun dan tata ruang, desain grafis dan fotografi pada khususnya, menempati tempat utama hingga saat ini.
Saya punya ketertarikan dalam desain grafis dan bisa tenggelam hingga tak kenal waktu ketika mendesain. Begitu pula dengan fotografi. Sebuah seni rekam peristiwa dari sebuah masa dengan tantangan area hanya seluas jangkauan "ruang bidik lensa". Detail beku yang terekam merupakan rangkaian informasi yang berasal dari satu masa yang kelak mampu menghidupkan kembali kenangan akan sebuah peristiwa.
Kita tidak pernah bisa kembali ke masa lalu, masa di mana anak kita menangis ketika pertama kali menghirup udara dunia, lucunya ketika gigi mereka ompong, ketika gigi mereka memang cuma dua, belajar merangkak, belajar berjalan, lucunya ketika mulut mereka berubah jadi segitiga lantaran menangis, dll. Buat saya, semua 'ekspresi' adalah sebuah cerita indah, yang segera akan berlalu dan tak akan pernah kembali. We can not turn back the clock!
Foto adalah sebuah 'souvenir' satu-satunya yang dapat kita bawa dari masa lampau. It becomes a treasure as time goes bye!
Seiring berjalannya waktu, sejarah pun terangkai, tanpa sadar kita semua sekarang sedang merangkainya.
Sebagai seorang ibu, saya sangat menyadari pentingnya arti sebuah kenangan. Kelak, saya akan merindukan masa-masa baby Braska bertumbuh. Berangkat dari kebutuhan dasar untuk menyemai 'souvenir' sebanyak-banyaknya dalam keluarga sendiri, maka saya mempelajari fotografi lebih dalam lagi.
Tidak dipungkiri, pengalaman semasa bekerja di 'advertising & promotion' dulu banyak mempengaruhi karya fotografi saya.
Pesan di dalam sebuah foto sangatlah penting, tidak peduli siapapun yang berada di dalamnya, He/She is the star, not just a model.
Saya banyak memadukan fotografi dan desain grafis, dua seni yang saling mendukung dalam tujuannya menyampaikan suatu pesan, sekaligus dua dunia yang saya cintai, yang mendasarinya. Dari sana lahirlah nama i-Dsign Photography untuk mewakilinya, selain singkatan dari Ivonne Suwandi Signature :)
Atas kesempatan dan kepercayaan dari teman-teman di Saigon pulalah, sejak awal tahun 2009 saya banyak mengabadikan momen-momen penting dalam hidup mereka.
Their Big Day becomes My Big Day too and what they feel I can feel it as well. What do I feel? I don't like it, but... I LOVE it... :)
From time to time, photography now becomes a part of my life.
Tak terasa, berawal dari Small Parties Documentary dan Outdoor Photography, berkat kasih karunia Tuhan pula, pada awal tahun 2010, i-Dsign Fine Art Photo Studio dapat kami hadirkan untuk menjawab banyaknya permintaan.
Pulang ke tanah air, kami menyempatkan diri untuk mematenkan merk usaha dengan nama i-DsignPro Photography. Tambahan nama Pro ini merupakan komitmen tertulis dan tekad kami dalam melayani.
Hingga sampai saat ini, selain baby dan family photography, i-DsignPro telah menyelesaikan berbagai proyek fotografi berupa Photo Product, Fashion Photography, Corporate Photography, dan berbagai macam 'big event' berskala internasional, selain Baby & Family photography dari berbagai 'nationality' mengisi sebagian besar portfolionya
Portfolio tersimpan di website dengan link www.i-dsignpro.com atau Facebook Page dengan link facebook.com/iDsignPro atau Facebook pribadi dengan alamat facebook.com/ivonne.suwandi.
![]() ![]() |
| Beberapa karya i-DsignPro untuk Landscape Photography |
![]() |
| (1-2) Jelajah Negeri Laskar Pelangi merupakan salah satu karya i-DsignPro (2011) diilhami setelah acara Nonton 'Laskar Pelangi' Bareng Masyindo (2010) |
Dalam kesempatan ini pula, teriring ucapan terimakasih kepada semua teman-teman atas semua kesempatan yang tak ternilai, kepercayaan yang telah diberikan serta dukungan moril dan doanya bagi proses perkembangan dan keberadaan i-DsignPro Photography hingga saat ini.
Favorite QUOTES
There will always be a reason why you meet people. Either you need them to change your life or you're the one that will change theirs. Someday everything will all make perfect sense. So for now, laugh at the confusion, smile through the tears, and keep reminding yourself that everything happens for a reason.
I believe there is a big reason for us to be sent back to Vietnam for the second time, as I do believe there are so much reasons why we met and become friends ... :)
![]() |
| Koleksi karya fotografi lainnya |








Tunggu kehadiran Humas Masyindo HCMC di rumah anda atau hubungi
0 Testimoni:
Testimonial
Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.