Kiprahnya di semua aspek masyarakat Indonesia di Vietnam tidak lagi perlu diragukan, baik itu dalam bidang sosial maupun dalam bidang perekonomian antara Indonesia dan Vietnam. Banyak sekali prestasi, atau lebih tepat kalau disebut kontribusi dari Bapak Rachmad Setiyono terhadap komunitas masyarakat Indonesia di sini. Beliau lahir di Klaten dan besar di Solo. Setelah lulus kuliah dan meneruskan program PTM di ATMI, sebagaimana misi almamater dan dengan dukungan bpk Anwar Gunadi (owner) berhasil membangun pioner mouldshop bernama Arwin Plastic di Cipanas, Jawa barat (1989).Di sanalah Pak Rachmad ketemu mantan pacarnya, Rie Amulet yang telah dinikahinya dan selalu support di segala situasi & kondisi.
Semoga Masyindo HCMC sebagai 'pekerjaan rumah' untuk Indonesia nantinya, baik ukuran regional maupun internasional selanjutnya
Dalam perjalanan waktu dan perkembangan Arwin Plastic, dua perusahaan baru ATS dan ATD tumbuh dan berkembang.
Dalam misi perusahaan lokal utk 'go internasional', di tahun 2002 ATD membuka bisnis baru di Vietnam. Yang pada akhirnya bersama PT. Framas Vietnam (perusahaan PMA Jerman) mereka menjalin kerjasama bisnis yang bersifat simbiosis mutualisma.
![]() |
| Pak Rachmad dan istri |
Ketika ATD diakuisisi oleh PT. Framas Vietnam pada tahun 2006, membuat semua manajemen berada di bawah Framas Group Management. Perkembangan yang begitu pesat sukses membuat Framas Vietnam menjadi model & pusat development utk Framas group, khususnya in-house process & top model yang kesemuanya ditangani oleh tenaga kerja trampil dari Indonesia.
Menurut pendapatnya, rasa kekeluargaan & persatuan masyindo di Vietnam terasa sangat erat. Walaupun kadang-kadang ada beberapa kasus perbedaan pendapat, namun semuanya bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan yang menunjukkan sikap kebesaran hati anak-anak bangsa Indonesia.
Demikian pula dengan lingkungan kerjanya yang memotivasinya untuk semakin inisiatif dalam mencari kegiatan yang positif, salah satunya dengan olahraga misalnya: badminton, tenis, bowling, futsal, dan golf.
Kenangan paling seru yang sangat sulit dilupakan oleh Bapak Rachmad saat masih di Vietnam adalah bagaimana suka-dukanya mengikuti perjalanan pembentukan organisasi sosial Masyindo HCMC dan organisasi perekonomian ICCV (Indonesian Chamber of Commerce Vietnam), yang sebelumnya dikenal dengan IBA (Indonesian Business Association). Beliau memiliki peran sangat penting secara historikal dalam pembentukan dua organisasi tersebut.
![]() |
| Aktifitas olahraga dan ekonomi |
Pak Rachmad bersama ibu Tini Tinnemeyer dan teman-teman lainnya saat Sea Games XXII berlangsung di Vietnam ikut menyemangati kontingen Indonesia. Kemudian saat pembentukan awal Masyindo HCMC, beliau berperan sebagai anggota formatur, yang setahun kemudian menjabat sebagai Ketua Umum Masyindo HCMC.
Tidak cukup sampai di situ saja, di bawah kepemimpinannya dan tentu saja dukungannya terhadap pengurus dan masyarakat, Masyindo HCMC berhasil menggelontorkan beberapa program dan kegiatan baru untuk masyarakat yang pada akhirnya sangat bermanfaat dan sangat digemari.
Beberapa program kerja baru yang berhasil dicatat oleh redaksi antara lain:
1. Pesta Rakyat 2010 dan 2011
Dilakukan setiap tahun dengan target mengadakan acara menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara membuat berbagai lomba sebagaimana yang dilakukan di kampung halaman.
2. Nonton bareng
Memberikan kesempatan khususnya anak-anak Indonesia menikmati film bermutu buatan dalam negeri.
3. Turnamen tenis bersama 4 negara di Vietnam
Kompetisi 'friendly' dengan expatriat yang tinggal di Vietnam.
![]() ![]() ![]() ![]() |
| Rangkaian foto dari seluruh kegiatan masyarakat yang diikuti oleh Pak Rachmad. |
Pak Lurah, demikian beliau biasa dipanggil saat menjadi Ketum Masyindo HCMC berharap agar program-program tersebut tetap dilanjutkan agar bisa memberikan manfaat bagi orang banyak utamanya masyarakat Indonesia di Vietnam.
Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah ibu Rita yang selalu mendukung kegiatan suaminya, terutama keterbukaan mereka memberikan ruang dan waktu di rumah bagi rekan-rekan masyarakat untuk berkumpul bersama, kami lebih senang menyebutnya sebagai 'meeting point'.
Selain itu, ternyata beliau juga memiliki hobby fotografi sebagai pengisi waktu luangnya. Silahkan simak foto-foto karyanya di bawah ini.
Akhir kata dari Bapak Rachmad, "Semoga Masyindo HCMC sebagai 'pekerjaan rumah' untuk Indonesia nantinya, baik ukuran regional maupun internasional selanjutnya."
![]() ![]() ![]() |
| foto-foto karya Rie Amulet |









Tunggu kehadiran Humas Masyindo HCMC di rumah anda atau hubungi
0 Testimoni:
Testimonial
Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.