05 December 2012

Pdt. SAPTO NAINGGOLAN

Bulan November baru saja terlewati dan saatnya bagi umat Katolik dan Kristen untuk mempersiapkan perayaan Natal. Iya benar, sudah sejak awal bulan Desember selalu menjadi kebiasaan mulai dari pemasangan pohon Natal dan beberapa dekorasi ruangan yang bernuansa Natal. Sebagai seorang pendeta, Bapak Sapto Nainggolan, anak bungsu dari 7 bersaudara yang lahir di Kisaran, Sumatera Utara tahun 1966, bulan Desember menjadi bulan yang paling sibuk sepanjang tahun.


Pdt. Sapto lulus sebagai sarjana teknik sipil dari universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 1992. Setelah bekerja selama 7 tahun, beliau mulai melayani (red:menjalankan aktivitas untuk gereja dan jemaatnya) di gereja lokal maupun di berbagai pelayanan. Tahun 2001 beliau ditahbiskan (red:dilantik) sebagai Pendeta pembantu (Pdp) dan tahun 2010 sebagai Pendeta Muda (Pdm) sambil tetap bekerja. Berbagai pelayanan di berbagai kota di Indonesia dan Malaysia juga dijalaninya.
Tahun 2008, di gereja tempatnya bertugas mengutusnya ke Vietnam untuk membuka gereja bagi masyarakat Indonesia yang tinggal atau bekerja di Vietnam, khususnya di Ho Chi Minh City.

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”




"Dengan tuntunan Tuhan pada tahun itu terbentuklah 'Indonesian Bethel Church - Ho Chi Minh City' (IBC-HCMC) di bawah naungan Gereja Bethel Indonesia (GBI). Ibadah dimulai di rumah-rumah jemaat secara bergantian, lalu beberapa dukungan mengalir dan akhirnya memberikan tempat ibadah di kantin kantor BP (sekarang TNK), yang berlokasi di Villa A15, Tulip Road, Thao Dien, An Phu, Q2, di mana Bapak Holland Simanjuntak bekerja. Tempat ini kami gunakan hingga sekarang. Hampir 100 orang jemaat yang pernah beribadah di tempat ini. Dan banyak sekali mereka yang datang memperoleh manfaat dan terpenuhi kebutuhan rohaninya." jelasnya

Pdt. Sapto suka bermain musik, bernyanyi lagu rohani dan membaca. Hingga saat ini beliau belum menikah, dan berdoa agar segera mendapat jodoh dan segera menikah.

Di dalam organisasi gereja, seorang pendeta yang bertanggungjawab terhadap suatu komunitas di area khusus juga biasa disebut sebagai 'Gembala'. Sebagai seorang gembala Gereja Bethel Indonesia di HCMC (Indonesian Bethel Church-Ho Chi Minh City) beliau bersama seluruh umat Kristiani di HCMC bekerjasama tanpa lelah untuk mempersiapkan ibadah Natal bersama-sama umat Kristiani di Ho Chi Minh City yang tahun ini rencananya akan diadakan pada tanggal 14 Desember 2012 di Hotel Victory, jalan Vo Van Tan, distrik 3, HCMC.
Ibadah Natal ini juga akan mengundang rekan-rekan pendeta di Vietnam, masyarakat Vietnam yang kekurangan dan panti asuhan untuk bersama-sama merayakan dan bersukacita menyambut hari Natal. Seluruh jemaat dengan penuh sukacita dan semangan mempersiapkan Natal ini. Sekalipun tanpa keluarga besar, namun keceriaan Natal ini justru semakin terasa karena dapat merayakan bersama warga Indonesia seperantauan dan juga beberapa rekan warga Vietnam dan juga warga Vietnam yang kekurangan dan anak2 panti asuhan. Berbeda dengan di tanah air, di mana perayaan Natal biasanya diadakan di gedung gereja, tapi di Ho Chi Minh City ini mereka selalu disibukkan dengan mencari hotel atau gedung yang menyewakan ruangannya. Maka seksi dekorasipun harus kerja keras menghias ruangan. Selain itu karena mengundang saudara-saudara warga Vietnam, maka lagu-lagu rohani yang dinyanyikan selalu didominasi lagu-lagu berbahasa Inggris. Dan khotbahnya pun dalam bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Vietnam.
Namu sukacita Natal tetap memenuhi setiap hati jemaat yang hadir.

"Selama 4 tahun di Vietnam, saya mengikuti perayaan Natal bersama masyarakat Indonesia di Ho Chi Minh City dan juga di Hanoi. Saya melihat semangat yang sangat tinggi dan uniknya setiap tahun selalu dihadiri wajah-wajah baru, masyarakat Indonesia yang baru saja pindah ke Vietnam. Dan dengan masyarakat lokal Vietnam, semangat merayakan Natal mereka juga luar biasa dengan semakin banyaknya mereka yang membawa teman atau anggota keluarga yang lain untuk datang ke gereja untuk merayakan Natal. Rumah-rumah keluarga jemaat yang penuh dengan hiasan Natal menjadi ciri khas perayaan Natal ini baik jemaat Indonesia maupun Vietnam. Di sini saya melihat kita semua bisa bersatu tanpa melihat perbedaan.
Doa saya, semua warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Vietnam selalu mengandalkan Tuhan baik dalam pekerjaan maupun dalam keluarga, maka berkat dan rahmat dari Tuhan senantiasa memelihara kehidupan kita semua."
Amin



Damai Natal hanya akan dirasakan bagi setiap orang percaya jika mereka menjadikan Yesus sebagai Raja dihidupnya. Karena Tuhan Yesus adalah Raja Damai, maka jadikan Dia Raja dalam hidup Saudara, maka damai sejahtera Tuhan akan meliputi hidup kita dan akan berdampak bagi orang disekitar kita (Yohanes 14:27). Ini bukan saja pada saat merayakan Natal saja, namun sepanjang hidup kita di dunia yang penuh masalah dan keras ini kita akan tetap damai sejahtera dihati kita jika kita sungguh2 memposisikan diri kita sebagai hamba dan Yesus sebagai Raja di hati kita.

bersama anak panti asuhan merayakan Natal


0 Testimoni:

Testimonial

Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.