27 January 2013

DEDDY PURNAMA

Bagi bapak-bapak dan pemuda Indonesia yang tinggal di HCMC, sabtu malam minggu adalah saatnya bermain futsal. Tidak ketinggalan pula mas Deddy Purnama, walaupun sebagai seorang bujangan, tapi di sini dia lebih senang menghabiskan malam panjangnya di lapangan sintetis tersebut bersama para penggemar futsal lainnya.

Setelah bermain selama satu jam (walaupun tidak sepenuhnya), team profile yang juga ikut latihan sempat 'menahan' nya beberapa menit untuk berbincang. Dari perbincangan sekejap, kami segera sepakat untuk menjadikannya salah satu profile bulan ini, terutama juga karena kami akan menjadikan bulan Januari 2013 adalah edisi khusus bagi para masyindo yang masih bujang.

Hari ini adalah tepat 2 tahun Deddy Purnama memulai kehidupan dan karirnya di Vietnam. Pada 27 Januari 2011 pria yang sejak SD hingga kuliah tinggal di Jakarta ini menginjakkan kakinya pertama kali di Vietnam dan bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi bernama Vietfirst Telecom Equipment Co, Ltd. Sebuah perusahaan yang menjadi partner Nokia Vietnam untuk menjalankan layanan purna jual (After Market Service) untuk handphone Nokia (biasa dikenal NOKIA CARE). Itulah sebabnya pula telepon genggamnya tak pernah berganti merek dan selalu yang paling mutakhir dari Nokia.

Ketika harus dinas ke Vietnam bagian utara, di mana sangat sulit menemukan tempat ibadah dan makanan halal

Mas Deddy mengaku masih single alias belum menikah, sebagai anak ke-3 dari 4 bersaudara yang kebetulan laki-laki semua. Ibu dari Kudus, Jawa Tengah, dan bapak dari Jombang, Jawa Timur. Saat di Indonesia tinggal di Cipadu – Tangerang Selatan (red: kata orang Bintaro sono’an dikit), yang sekarang terkenal sebagai sentra kain.



"Saya suka naik motor kelilingan bersama teman-teman ataupun sendirian. Cita-cita saat di Indonesia motoran keliling Jawa-Bali dan kalau cita-cita di Vietnam pengen motoran dari Ho Chi Minh City ke Ha Noi atau Ho Chi Minh City ke Kamboja" katanya
Artinya, bagi anda yang memiliki hobby yang sama, mas Deddy akan sangat terbuka untuk menerima ajakan berkeliling naik sepeda motor ke tempat tujuan yang dicita-citakannya. Kebetulan beliau tidak menyebutkan apakah cita-cita tersebut sudah terwujud atau belum.

M: Lalu bagaimana kisahnya kok bisa tinggal dan bekerja di Vietnam, Mas?
DP: "Saya nyasar di Vietnam karena kantor di Jakarta melakukan ekspansi ke beberapa negara salah satunya Vietnam, Kamboja dan Laos, di mana saya diberi tanggungjawab untuk menjalankan operasional di ketiga negara tersebut" jawabnya.

M: Seperti yang selalu kami tanyakan ke profile yang lainnya, adakah hal yang membuat anda kurang nyaman di Vietnam?
DP: "Iya pasti ada, salah satunya karena jauh dari keluarga besar namun terobati karena di sini bertemu teman-teman yang memiliki rasa persaudaraan begitu besar seperti memiliki keluarga kecil di HCMC. Duka lainnya adalah ketika harus dinas ke Vietnam bagian utara, di mana sangat sulit menemukan tempat ibadah dan makanan halal, tapi untungnya masih banyak rumah makan vegetarian di Vietnam ini."



M: Bagaimana dengan hal yang menyenangkan?
DP: "Mau kemana-mana dekat, waktu beristirahat lebih banyak karena bebas macet, dan jarak dari kantor ke tempat tinggal yang dapat dicapai tak lebih dari 10 menit"

Relatif cukup singkat sebenarnya obrolan kami selepas futsal karena memang waktunya sudah agak larut malam ditambah masing-masing juga sudah lelah bermain. Di kesempatan lain saat bertemu di acara Pasar Senggol 2013 minggu lalu, team profile berhasil mendapatkan beberapa kesempatan untuk berbincang tentang dirinya di Vietnam.

"Saya tidak punya hobby olahraga yang spesifik, apa saja bisa main walaupun nggak bisa yang penting ngumpul…" akunya.
"Dari sekian banyak olahraga yang rutin diselenggarakan masyindo kayaknya yang paling bisa cuma tenis meja, itu juga terakhir main sudah 5 tahun yang lalu." katanya merendah. Tapi dari yang pernah tercatat oleh redaksi, Deddy Purnama pernah dinobatkan sebagai pencetak gol terbaik di acara Futsal Masyindo 2012 yang diadakan pada 17 Juni 2012. Pada saat itu dia bertindak sebagai penjaga gawang untuk tim HCMC. Tendangannya ke arah gawang lawan (tim Dong Nai) saat itu langsung melesak masuk tanpa bisa ditahan oleh satupun pemain, walaupun sebenarnya tendangan tersebut tidak terlalu keras.

Baginya, hidup di rantau memang memiliki tantangan tersendiri, terlebih sebagai 'bujangers' yang harus mengerjakan apa-apa sendiri termasuk masak-memasak. Kendala bahasa juga masih menjadi salah satu yg terberat, walaupun sudah hampir dua tahun hanya mengandalkan kalimat “khong hieu tieng viet” kalo diajak ngomong. Tapi semua adalah tantangan yang harus dijalani, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Ingin tahu apa yang menjadi cita-citanya di tahun baru 2013 ini? Ternyata mas Deddy memiliki 3 resolusi untuk tahun 2013. Yang pertama adalah sebagai individu, agar tetap diberi kesehatan dan bisa tetap menjalankan tugas yang diberikan dengan lebih baik lagi. Yang kedua sebagai warga masyindo di HCMC, yaitu agar selalu bisa berperan menjaga silaturahmi dengan masyarakat Indonesia melalui kegiatan-kegiatan kemasayarakatan. Dan yang ketiga adalah sebagai 'bujanger' tentunya ingin segera mencari pendamping, agar status di KTP berubah menjadi MENIKAH katanya.... Kita doakan bersama mas Deddy....:)

Sarannya buat yang baru menjajakkan kaki di Vietnam terutama HCMC adalah agar jangan sungkan untuk mencari informasi tentang masyarakat Indonesia di sini. Sering-sering berkumpul dengan teman-teman sebangsa dan setanah air, karena dengan berkumpul inilah kita bisa merasa nyaman karena seperti menemukan Indonesia Kecil. "Saya sendiri cukup menyesal baru mengetahui perhimpunan masyindo setelah hampir 6 bulan di Vietnam." katanya mengakhiri perbincangan kami untuk profile masyindo,




0 Testimoni:

Testimonial

Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.