13 February 2013

NELSON YAPITER

Namanya di arena tenis lapangan sudah tidak lagi asing bagi masyarakat Indonesia penggemar tenis yang tinggal di Vietnam, terutama jika dihubungkan dengan turnamen tenis antar expatriat (dari Filipina, Singapura, Malaysia, Taiwan, Korea dan Kemenlu Vietnam) yang tinggal di HCMC. Bapak Nelson selalu aktif dalam setiap event olahraga ini sejak tahun 2008 hingga sekarang. Nama lengkapnya Nelson Yapiter, dan memiliki istri Theresia Margaret, berasal dari Jakarta. Mereka telah dianugerahi seorang putri bernama Giselle Andrea Yapiter yang lahir di FV Hospital Vietnam tgl 22 Nopember 2011. Ada keahliannya yang jarang dipertontonkan kepada khalayak, yaitu menjadi pemimpin paduan suara. Hal tersebut sempat dibuktikannya saat penyelanggaraan Pesta Rakyat 2010 yang lalu. Kegiatan lain yang menjadi favoritnya adalah wisata kuliner dan golf.



Pria yang bersala dari Medan ini mengawali karirnya di Vietnam sejak awal tahun 2008 sebagai utusan kerja oleh PT Dexamedica yang bergerak di bidang produk farmasi. Setelah itu di pertengahan tahun 2011 hingga sekarang telah pindah pekerjaan ke IMV ( International Minh Viet) dengan misi memulai divisi baru mereka yaitu medical equipment (menurut catatan redaksi, sudah ada paling tidak 5 orang yang berpindah pekerjaan saat bertugas di Vietnam)
Jadi berada di Vietnam sudah 5 tahun dan selama 3 tahun berturut-turut merayakan Imlek/TET di Vietnam.



Dan memang demikian, tinggal di Vietnam hampir semua mengatakan lebih banyak sukanya daripada dukanya. Terutama pas liburan TET di Vietnam seperti minggu ini, banyak ditemukan toko-toko penyedia makanan tidak buka, sehingga susah untuk mendapatkan makanan, dan sangat sepi sehingga untuk menghabiskan waktu akhirnya setiap TET Bapak Nelson tidak meliburkan diri, melainkan justru membuka usaha tokonya (bernama Sky Pharmacy di Sky Garden, Distrik 7).
"Kami sudah pernah menikmati TET di sini selama 3 kali karena beberapa alasan, pertama karena pengen tahu bagaimana suasana TET di Vietnam, terus alasan kedua karena istri sedang hamil dan alasan ketiga saat istri melahirkan. Sehingga di tahun ini (2013) kami memutuskan untuk menikmati liburan di Indonesia." katanya

"Tentang makanan khas TET/Imlek ternyata ada sedikit perbedaan antara Indonesia dan Vietnam. Di sini semangka menjadi buah utama yang harus tersedia, yang di Indonesia biasanya imlek pakai jeruk dan nanas," imbuhnya. Dan persiapannya dalam menyambut TET di Vietnam tidak ada yang istimewa, karena mereka tidak merayakannya pula secara khusus. Paling-paling menyiapkan makanan untuk malam tahun baru TET yang hanya cukup untuk berdua, selain itu tidak ada lagi. Beda dengan perayaan Imlek di indonesia karena semua keluarga merayakan imlek sehingga mereka cukup sibuk membuat persiapan misalnya kue-kue dan penganan kecil di rumah untuk menyambut tamu.


Pics by: Nona M, Ivonne S, Eko WH

Saat ini tidak ada hal yang lain yang membuatnya lebih gembira kecuali menghabiskan waktu bersama putrinya di kolam renang atau berlari-larian di taman dekat kompleks apartemennya. Walaupun setelah itu golf yang menjadi hobinya paling anyar juga mulai menyita waktunya.

Pesannya untuk Masyindo : Harus selalu ok dari masa ke masa, walaupun tidak sempat dijelaskan definisi OK, akan tetapi menjadi sebuah dukungan positif bagi masyarakat Indonesia di Vietnam.

Aktivitas saat turnamen tenis 4 negara di tahun 2009

0 Testimoni:

Testimonial

Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.