08 June 2013

ARI SUGIYANTO

Menurut pendapatnya tidak semua hobby bisa dilanjutkan kembali walaupun kita berpindah tugas atau tempat tinggal, terutama di luar negeri. Sebagai contoh pria lajang kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini memiliki hobby mengendarai motor sekaligus utak-atik mesin dan modifikasinya. Selagi masih di Indonesia hobby ini ditekuninya dengan serius, namun setelah bekerja di Vietnam, dengan mempertimbangkan keselamatan, hobby ini tidak lagi dijalaninya.
Namanya Ari Sugiyanto,  dan saat ini bekerja di Hwa Seung Vina yang bergerak di bidang sepatu merk ternama bersama 15 teman (termasuk Bp. Taufiq dan Bp. Endarto) dari Indonesia. Industri tersebut berada di Industrial Zone Nhon Trach, Dong Nai province, Vietnam.



Selain itu kegemarannya yang lain adalah mendengarkan musik, nonton film, traveling, dan berolahraga termasuk badminton.
Kedatangannya di Vietnam berawal di bulan February 2010. Saat itu memang niatnya merantau untuk mencari penghasilan dan pengalaman sehingga wawasan menjadi lebih luas.

"Banyak suka dan duka selama tinggal di Vietnam ini," katanya mengawali perbincangan.
"Sukanya dulu saja yang di certain yah.. Ternyata tinggal di Vietnam benar-benar menambah wawasan buat saya selain banyak belajar dari kultur warga negara Vietnam/setempat juga banyak berinteraksi dengan warga negara lain. Dan yang lebih saya sukai adalah karena saya bisa banyak berjumpa dengan teman dari Indonesia yang berlatar belakang berbeda-beda, terutama setelah mengikuti beberapa acara yang pernah diadakan oleh Masyindo HCMC."

Saya menemukan kebersamaan yang kuat antar masyarakat Indonesia yang tinggal di Vietnam selatan ini.

"Seolah saya juga merasakan aura Indonesia di negeri Vietnam ini," ujarnya kembali.



"Untuk dukanya adalah saat pertama saya datang ke Vietnam terasa sekali khas makanan Vietnam yang kebanyakan berasa asem dan mungkin lidah ini belum bisa beradapatasi, karena  masih sulit untuk melupakan betapa lezatnya makanan Indonesia. Terlebih lagi saya harus ekstra hati-hati untuk menyantap makanan Vietnam yang rata-rata tidak ada standar halal.
Jauh dari orang tua, saudara, sahabat dan teman dekat kadang membuat saya sangat rindu tanah air apalagi kalau memasuki bulan ramadhan. Saya sering teringat saat-saat berbuka puasa bersama keluarga ataupun teman-teman dekat.
Yang paling sulit adalah saat Hari Raya Idhul Fitri tiba, karena situasi pekerjaan kadang-kadang tidak bisa pulang cuti." tukasnya.




Mas Ari ternyata juga memiliki hobby badminton dan fotografi. Setiap akhir pekan digunakannya untuk menjalani hobbinya tersebut. Selain itu pula membeli kebutuhan harian menjadi salah satu kegiatannya dikarenakan jarak tempuh Dong nai ~ Saigon memerlukan satu setengah jam perjalanan menggunakan mobil.

Hobby utamanya sebenarnya tentang sepeda motor, dari mengendarainya dengan jarak tempuh tertentu hingga mengutak-atik onderdil kendaraan. Akan tetapi demi untuk menjaga keselamatan hobi tersebut tidak bisa dijalaninya di sini.

"Harapan saya semoga Masyindo HCMC akan selalu exist dan banyak mengadakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi dan menciptakan suasana Indonesia di kalangan warga Indonesia yang merantau di negeri Vietnam khususnya bagian selatan ini, karna saya yakin kita akan menemukan banyak kemudahan bila kita masih mempunyai wadah seperti Masyindo HCMC ini.

Pesta Rakyat 2011

0 Testimoni:

Testimonial

Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.