Walaupun memiliki nama dengan marga Batak, sebaiknya jangan sekalipun mencoba mengobrol dengan wanita muda ini dengan bahasa Batak, karena pasti nanti dia jawab bahasa Sunda. Nama lengkapnya Amalia Siregar, lebih senang jika dipanggil 'Amel istri dari Yosse'. Mengaku sebagai orang Bandung karena tinggal dan lahir di Bandung."Ayah saya orang Batak & Ibu orang Sunda jadi saya orang Sunda yang punya marga." tegasnya.
"Berada di sini membuat saya bisa merasakan suasana beragama yang berbeda dari Indonesia, sehingga membuka perspektif baru tentang kerukunan beragama"
Amalia datang ke Vietnam sejak 2011 sebagai ibu rumah tangga, menyusul suaminya yang lebih dulu tinggal di HCMC. Sedangkan Yosse, nama panggilan suaminya yang bernama lengkap YARSEP HANEDI adalah seorang desainer sepatu untuk Adidas NEO label. Itu adalah salah satu 'youth brand' dari Adidas Group untuk market global dengan target utama pasarnya adalah Eropa, Cina, Rusia dan Jepang. Vietnam dan Indonesia menjadi basis R&D (Research & Development) dan produksi produk tersebut.
HSV Vietnam, di mana beberapa ahli sepatu dari Indonesia berkerja di pabrik tersebut menjadi salah satu pabrik yang sering dikunjungi, sekaligus sebagai kantornya bekerja.
"Sebelumnya saya dan suami sama-sama bekerja sebagai desainer sepatu. Suamiku desainer sepatu sport dan saya sepatu wanita. Seiring dengan kepindahan kami di Vietnam, saya fokus mendukung suami saja, seperti kata pepatah: Di Balik Kesuksesan Pria Ada Wanita yang Hebat" tandasnya.Sebagai seorang lulusan jurusan Desain Produk Itenas Bandung, kegiatan yang disukai yaitu sesuatu yang berhubungan dengan seni dan desain, misalnya: photography, photo editing, membuat scrapbook dan membuat aksesori seperti kalung, gelang, dan lainnya.
Di samping mendapati kehidupan baru di HCMC, wanita muda ini mengaku juga memiliki hobi baru yaitu, melukis. Sehingga untuk memperdalam ilmu barunya tersebut, setiap seminggu sekali ada 'painting class' dengan mendatangkan guru lukis orang Vietnam-Amerika (red: Viet-Kieu) sebagai pengajarnya. Ada manfaat lain yang diperoleh selain belajar melukis, yaitu bisa bertemu dengan teman-teman baru dari negara lain.
Mereka adalah pasangan penggemar nonton film, travelling atau photo hunting. Sehingga setiap akhir pekan mereka sering jalan-jalan mencari obyek foto, nonton atau ngopi. Kalau ada rekan masyindo yang punya hobi serupa, silahkan bergabung.
"Saat ini keluarga kecil kami masih berdua saja mudah-mudahan tahun depan Allah mengizinkan kami untuk segera punya momongan." katanya. Amin
Tinggal di Ho Chi Minh City - Vietnam, karena kotanya tidak sepadat Jakarta, tidak ada macet dan transportasi yang mudah memberikan kebahagiaan tersendiri baginya. Suasana dan cuacanya hampir mirip dengan Indonesia, jadi tidak terlalu sulit untuk beradaptasi.
Akan tetapi seperti halnya yang dirasakan oleh masyindo lainnya, dukanya tinggal di Vietnam adalah mengenai makanan, keterbatasan makanan halal dan restoran halal. Selain itu masalah dari bahasa. Karena sebagian besar orang-orang vietnam tidak bisa dan tidak paham bahasa inggris.
"Saya sangat bersyukur bisa tinggal di Vietnam, karena dengan berada di sini membuat saya bisa merasakan suasana beragama yang berbeda dari Indonesia, sehingga membuka perspektif baru tentang kerukunan beragama" tambahnya.
![]() |
| Bersama suami dan adik di depan masjid Jamiul Al Musulman - HCMC Idul Fitri 2011 |
Kegiatan Pengajian Nurul Hikmah yang diadakan setiap minggu juga sangat positif menambah ilmu dan keimanan.
Semoga Masyindo HCMC bisa lebih aktif dan lebih banyak lagi merangkul warga Indonesia yang tinggal di HCMC ini.
![]() |
| TPA HCMC, Saigon Zoo |
![]() |
| Suami bersama anggota PS3 |



Tunggu kehadiran Humas Masyindo HCMC di rumah anda atau hubungi
0 Testimoni:
Testimonial
Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.