Tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh seorang pemuda yang waktu itu masih berusia 19 tahun kalau jiwa, raga bahkan hatinya akhirnya akan 'terdampar' di Vietnam, negara yang dikenal juga dengan sebutan Uncle Ho. Dengan perasaan suka dan duka yang sangat luar biasa, dia harus meninggalkan sanak keluarganya untuk menjalani program magang (pelatihan) di kota Nagoya Selatan, Jepang. Ketekunannya selama 3 tahun bekerja dan belajar di Jepang ternyata tidak sia-sia. Bos besar yang melihat potensi dan dedikasinya menawarkan pekerjaan yang sama di negara Filipina."Saat kita menginjakkan kaki di bumi manapun, yakinlah dan percaya bahwa Tuhan selalu beserta kita"Nasib baiknya tidak berhenti di situ saja karena hanya selang 6 bulan bekerja, kembali bos besar membuka pabrik baru di Vietnam bernama MEINAN VIETNAM di daerah Thu Duc, Binh Duong dan menawarinya untuk bergabung hingga sekarang. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pembuatan onderdil atau spare part mesin yang nantinya dipasangkan pada beberapa merek mobil terkemuka seperti NISSAN, TOYOTA dan MITSUBISHI.
M: "Jadi sejak kapan anda tinggal di Vietnam, Pak?"
Maerudi (MR): "Saya tinggal di Vietnam sejak April 2004, jadi sekarang kira-kira sudah 8 tahun 2 bulan. Waktu itu saya masih bujangan. Saya asli orang Bugis berasal dari Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan"
*)red: Kab Soppeng juga dikenal dengan kota kalong karena karena pada saat suara adzan menggema, puluhan bahkan ratusan ribu kalong berkeliaran di atas bumi kota Watang Soppeng.
M: "Beberapa orang berpendapat bahwa bekerja di luar negeri itu tidak mudah karena berbagai perbedaan mendasar dibandingkan dengan bekerja di Indonesia. Bagaimana dengan anda yang sudah menjalani bekerja di 3 tempat yang berbeda?"
MR: "Itu dia,.. tinggal di negara orang dengan perbedaan tempat, adat-istiadat dan bahasa pasti ada suka dan dukanya. Bagi saya yang paling mendasar adalah bahasa dan makanan khususnya bagi yang menganut agama Islam"
"Saya menyiasati kendala bahasa dengan menggunakan jurus tangan seribu (wadaauu..!) dan jurus pendengaran yang seringkali membuat saya tertawa sendiri karena lucunya. Setiap hari saya input dalam memory saya (ini bukan laptop pak...) dan Alhamdulillah lambat laun komunikasi bisa berlangsung lebih terkendali (laporan lalu lintaskah?)"
M: "Suka olahraga, Pak?"
MR: "Olahraga..? Jangan ditanya, semua olahraga yang memerlukan lari bisa saya lakukan. Futsal bisa, badminton bisa, volley bisa dan lainnya juga bisa tergantung cuaca (dan kondisi badan). Justru itulah, Alhamdulillah saya menerima amanah dan tanggung jawab menjadi salah satu pengurus Masyindo HCMC periode 2012-2014 membidangi seksi olahraga"
Selain olahraga, pak Rudi menyebutkan pula bahwa beliau punya hobby mendengarkan musik yang sesuai dengan selera warisan kita yaitu lagu dangdut, pop dan rock.
M: "Dari yang anda harapkan tentang Vietnam dibandingkan keadaan yang sekarang anda jalani, apa makna penting yang menurut anda bisa dibagikan kepada masyarakat Indonesia di Vietnam?"
MR: "Saya selalu berharap bisa terus menjalin kebersamaan di manapun saya berada dan bersama-sama kita menjada nama INDONESIA di negara orang. Terutama kita yang di Saigon patut berbahagia dan berbangga, karena dengan hadirnya Masyindo HCMC kita bisa menjalin erat tali persaudaraan sesama perantau di Vietnam.
Saat kita menginjakkan kaki di bumi manapun, yakinlah dan percaya bahwa Tuhan selalu beserta kita. Segala sesuatu yang kita jalani atau kerjakan pasti kelak akan ada manfaat dan hasilnya.
Di Vietnam setelah sekian lama saya bertemu teman-teman masyindo dan pejabat KJRI yang berinisiatif mendirikan Masyindo HCMC yang kita banggakan bersama"
Hidup Masyindo! Semoga tetap jaya dan sukses selalu!
Di dalam kesibukannya bekerja selama bertahun-tahun di luar negeri tidak membuat pak Rudi lupa akan tugas dan amanat untuk membangun rumah tangga. Setelah menikah dengan seorang wanita warga negara Vietnam pada tahun 2007, kehidupannya terasa lebih lengkap dengan hadirnya seorang anak perempuan yang saat ini telah berusia 4 tahun. Pernikahan mereka dilaksanakan di masjid Ar Rahim, Distrik 8, HCMC.
Dan yang tidak terlupakan pula baginya adalah Bapak Irdamis Ahmad yang saat itu menjabat sebagai Konsul Jenderal RI di HCMC bersama pejabat lainnya ikut menjadi saksi pernikahannya.
Semoga betah dan sukses selalu pak Rudi..!
red: EWH
Tunggu kehadiran Humas Masyindo HCMC di rumah anda atau hubungi
1 Testimoni:
Pak Rudi, salam kenal saya Martin dari Jakarta.. Bagi-bagi ilmunya dong Pak caranya bisa bekerja di luar negeri. Tks
Testimonial
Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.