Menjalani ibadah puasa di Vietnam sedikit banyak memiliki perbedaan dibanding jika kita menjalaninya di Indonesia. Yang paling terasa adalah suasana sosial, yang khususnya di HCMC, jumlah warga muslimnya sangat minoritas, sementara di Jakarta - Indonesia, muslim merupakan ummat mayoritas. Oleh karenanya sudah barang tentu suasana puasa di Jakarta misalnya lebih terasa syahdu, dan malamnya kita bisa tarawihan di masjid paling besar di Asia Tenggara, misalnya Istiqlal. Belum lagi, kenikmatan membeli makanan pembukaan di pasar-pasar menjelang buka puasa, yang tidak kita temukan di Vietnam..."Kita tidak perlu malu untuk mempelajari itu, karena Indonesia juga bangsa besar!"Irdamis Ahmad (IA): "Saya sangat menikmati saat berbaur dengan masyarakat Muslim Vietnam selama bulan Ramadhan, rasanya seperti kita tidak ada perbedaan kewarganegaraan. Banyak tempat-tempat ibadah (masjid) dan apapun yang kita butuhkan untuk makanan berbuka puasa dan persiapan lebaran semua tersedia di pasar.
Yang paling menyenangkan adalah keberadaan masyarakat Indonesia di HCMC dan sekitarnya, yang tanpa mempedulikan agamanya, merasa terlibat dalam kegiatan lebaran, terutama di bidang sosialnya."
M: "Tapi pasti juga terasa sepi tanpa semua anggota sanak keluarga di sini, Pak?"
IA: "Iya Mas, itu dukanya menjadi warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri selama bulan Ramadhan, terutama saat Lebaran. Lagipula nuansa di HCMC sangat berbeda dengan Jakarta waktu Lebaran. Di Jakarta lebih terasa suasana religiusnya."
Itu adalah kesan sekaligus kenangan menjalani bulan puasa Ramadhan dari mantan pejabat Konsul Jenderal RI ke-5 di Ho Chi Minh City, Bapak Irdamis Ahmad Datuk Bagindo Sati yang berdinas selama 20 bulan, dari Maret 2007 - November 2008.
Bapak Irdamis lahir di kota kecil Solok, di pedalaman Sumatera Barat pada 22 Agustus 1948. Menyelesaikan pendidikan tinggi di kota Yogyakarta pada Fakultas Hukum UGM, dan University of Southern Philippines, Davao City, Philippines.
KBRI Roma adalah tempat dinas terakhir sebelum pindah ke HCMC, dan di HCMC hanya tinggal berdua dengan istri, karena empat orang anak beliau sudah bekerja di Jakarta.
Kegiatan beliau sebagai seorang pensiunan saat ini adalah olahraga jogging, golf, membaca buku, terutama yang bertema sejarah, sekaligus mengunjungi situs-situs bersejarah. Tidak lupa pula bermain dengan 2 cucu kesayangannya.
![]() |
| Bersama Keluarga |
| IBCS Championship 2008 |
M: "Bagaimana menurut Bapak kehidupan bermasyarakat di Vietnam? Masyarakat Indonesia maksud kami, Pak"
IA: "Sangat menyenangkan karena warga Indonesia yang ada di Vietnam sangat bersahabat dengan kami. Orang-orang Vietnam juga hampir sama karakternya dengan kita: ramah, perhatian dan suka menolong. Itulah yang bisa saya tangkap selama tinggal di Vietnam..
Saya juga senang karena Vietnam memiliki banyak sekali lapangan golf yang bagus-bagus. Selain itu saya juga menikmati main bádminton dengan teman-teman Masyindo"
"Mengenai musik, terutama yang klasik saya suka, dan penyanyi-penyanyi Vietnam suaranya sangat bagus untuk nada-nada tertentu. Saya mengoleksi banyak lagu2 Vietnam."
"Sayangnya saya merasa kurang lama tinggal di sana..."
Bapak Irdamis semasa masih menjabat menjadi KonJen juga ikut berperan dalam hal berdirinya organisasi sosial Masyindo HCMC. Beberapa proses pembentukan dilakukan atas petunjuk beliau bersama-sama dengan team formatur.
Beliau juga memiliki peran penting dalam penyusunan Anggaran Dasar organisasi dan pemilihan nama organisasi (waktu itu banyak sekali alternatif) sehingga akhirnya bernama Masyindo HCMC.
M: "Adakah perbedaan signifikan yang Bapak rasakan di Vietnam dibanding waktu berdinas di negara lain?"
IA: "Jelas sekali, karena Masyindo di Vietnam sangat aktif dibandingkan dengan kelompok-kelompok masyarakat Indonesia di beberapa negara yang saya pernah tinggali. Kerukunan tampak sekali di antara warga tanpa membedakan etnik, suku dan agama. Semoga akan terus demikian, di samping bersedia menyerap cara-cara bangsa Vietnam dalam membangun negara mereka untuk kita aplikasikan di negara kita sendiri"
M: "Ada yang ingin disampaikan buat pembaca Profile Masyindo HCMC, Pak?"
IA: "Saya berharap Masyindo tetap bersatu dalam keadaan apapun. Banyak yang bisa kita ambil dari pengalaman Vietnam, misalnya: nasionalisme yang benar-benar dilaksanakan, kepercayaan diri yang kuat sebagai bangsa dan negara, kemampuan untuk bersikap pragmatis (tidak terbelenggu oleh perbedaan dan pertikaian masa lalu) asalkan untuk kemajuan negara.
Kita tidak perlu malu untuk mempelajari itu, karena Indonesia juga bangsa besar. Hanya saja tujuannya belum benar-benar bersatu. Semoga Masyindo HCMC dapat memberikan sumbangan bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai, Amien……."
| Bersama masyindo Dong Nai |
red: EWH

Tunggu kehadiran Humas Masyindo HCMC di rumah anda atau hubungi
0 Testimoni:
Testimonial
Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.