Dari namanya sudah bisa ditebak kalau beliau berasal dari Tanah Batak, Sumatera Utara. Saat ini berdomisili di area An Phu, Distrik 2 - Ho Chi Minh City.
Mari segera kita simak perbincangan dengan beliau bersama Team Interview Profil Masyindo HCMC.
M: "Bagaimana ceritanya sehingga Bapak bisa ditugaskan di Vietnam?"
HHS: "Saya bekerja di 'oil and gas industry' sejak keluar dari kampus (1982). Mula-mula bergabung dengan VICO di Kalimantan Timur dan kemudian BP membeli VICO. Ketika BP mau beroperasi di Vietnam pada 2004, saya ditugaskan untuk memimpin Block 6.1, lapangan gas yang berlokasi sekitar 370 Km di Laut China Selatan (orang Vietnam menyebutnya East Sea)"
Tim Interview menganggukkan kepala sambil pura-pura mengerti apa artinya Block 6.1.
HHS: "Nama lapangannya Lan Tay dan Lan Do yang mencatu 70% kebutuhan listrik di Vietnam Selatan dan 800,000 liter kondensat untuk bahan bakar sepeda motor setiap hari. Pada Oktober 2011, BP menjual upstream assetnya di Vietnam ke TNK-BP (masih sister, berpusat di Moskow - Rusia), dan perusahaannya sekarang bernama TNK-VN. Saya ditugaskan melanjutkan operasi di Vietnam sambil hand-over ke pemilik baru"
M: "Keluarga juga tinggal di Vietnam, Pak?"
HHS: "Saya tinggal di Vietnam bersama istri dan anak bungsu. Istri saya namanya Tiurida Hutabarat, dan anak pertama laki-laki bernama Samuel (19 tahun), sekarang kuliah di Melbourne University. Sedangkan anak laki-laki kedua bernama Jordan (9 tahun), dan sekarang bersekolah di ISHCMC.
Sebelum ke HCMC, kita tinggal di Tangerang (Lippo) dan kalau pulang kampung juga masih ke Tangerang. Ibu Tiur (panggilan istri), walaupun orang Batak, lahir dan besar di Bandung".
Secara tak sengaja beliau sempat mengungkapkan kenangan masa mudanya waktu ketemu Ibu Tiur. Mereka berdua bertemu di Bandung sewaktu masih berstatus mahasiswa dan siswi SMA (waktu itu belum jadi SMU ya Pak). Pura-pura jadi guru privat IPA, sssstttt....(itu gaya klasik era 80an yang manjur loh)
M: "Vietnam kan banyak sekali bedanya dengan Indonesia, Pak. Dari budaya, makanan, dan tentu bahasa. Naah, faktor apa saja yang membuat anda bisa melewatinya tanpa hambatan berarti?"
HHS: "Ketika saya ditugaskan ke Vietnam pertama kali, sebenarnya diharapkan akan selesai dalam 3-4 tahun sesuai dengan expatriate policy perusahaan. Tugas saya adalah membangun tim operasi yang solid dari proyek yang baru selesai. Dalam perjalanannya, saya diberikan tugas tambahan untuk menaikkan produksi dan melokalisasi staff. Pada akhir 2008, Block 6.1 berhasi menaikkan produksi menjadi 150% dari rancangan awal dan melokalisasi semua posisi kunci untuk diambil alih orang Vietnam.
Yang paling menggembirakan pada 22 Juni tahun ini, Block 6.1 berhasil mencapai 10 tahun operasi tanpa kecelakan industri – yang pertama di Vietnam. Ini pencapaian yang sangat menggembirakan bagi saya pribadi, seluruh team dan industri minyak dan gas di Vietnam".
M: "Bagaimana dengan teman-teman Indonesia yang juga tinggal di Vietnam?"
HHS: "Untuk kehidupan keluarga, saya sangat bersyukur mendapatkan teman-teman yang sangat baik di HCMC, terutama teman-teman masyindo dan jemaat gereja IBC. Saya sangat menikmati kekeluargaan dan kebersamaan di kalangan masyarakat Indonesia dibawah bimbingan Konjen RI. Saya sangat menghargai antusiasme yang muda-muda dalam menggalang dan mengkoordinasi kegiatan-kegiatan sosial, budaya dan olah raga di kalangan masyindo".
M: "Ada tips atau pesan khusus yang anda ingin sampaikan untuk rekan masyindo lainnya?"
HHS: "Kita beruntung memiliki kesempatan bekerja dan berkarir di Vietnam. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, masyarakat Vietnam pada umumnya (HCMC pada khususnya) cukup kondusif (aman, non-racist dan adaptif). Pandai-pandailah menempatkan diri dan jadilah ambasador bagi bangsa Indonesia. Kebersamaan dan kegiatan-kegiatan diantara masyarkat Indonesia harus kita tingkatkan".
Hidup Masyindo!
Tokoh profil kita yang satu ini memang luar biasa, walaupun sibuk dengan pekerjaan dan rutinitas di kantor, tapi tetap saja punya waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan organisasi bahkan olahraga.
Kami mengakhiri perbincangan segera setelah pelayan kafe memberikan bill minuman...
Tien-tien em oi!
Tunggu kehadiran Humas Masyindo HCMC di rumah anda atau hubungi
1 Testimoni:
selamat pagi pak Simanjuntak.Saya bernama Rosdiana Rajagukguk, seorang PNS yang mengajar di Perguruan Tinggi Pelita Bangsa.Saya mengikuti Program Doktorate di Utah University dan pada saat itu saya melihat perkembangan NUSKIN yang luar biasa dimana salah satu produknya R2 dapat meremajakan sel tubuh sehingga terasa dan kelihatan lebih muda 20 tahun dari umur yang sebenarnya.
Sekarang mulai Prelaunch di Vietnam .Saya juga Executive member di perusahaan ini (NUSKIN).Saya ingin mengembangkan jaringan bisnis dengan sistem Network di Vietnam namun saya kesulitan menemukan orang Batak sebagai langkah awal masuk ke Vietnam.Saya membuka Internet dan menemukan Bapak Simanjuntak pada halaman Masyindo ini.
Saya akan datang ke Vietnam pada minggu nke 2 Bulan Agustus dan mohon bantuan bapak mengenalkan saya pada keluarga besar orang Batak di Vietnam.Saya menikah dengan Alfred Tambunan dari Porsea.
Boleh kah saya minta tolong Bapak untuk diperkenalkan pada orang Batak disana?
Terima kasih Pak Simanjuntak, saya menunggu balasan email ini di rajagukgukrosdiana@yahoo.co.id.
Nuskin Vietnam akan dibuka segera dan telah masuk ke Vietnam pada bulan Agustus ini.
Hormat saya.
Syalom
Rosdiana Rajagukguk
Testimonial
Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.