Hari sabtu pagi yang begitu cerah ini semakin bertambah indah dengan celotehan bocah-bocah kecil yang dengan riang dan sangat bersemangat mengucapkan huruf-huruf Hijaiyah (Alpahabet Arab) bersama-sama dengan guru mereka. Ada juga yang dengan tekun berusaha menghapal doa-doa yang baru didapatkan pada sesi pelajaran sebelumnya. Suasana seperti ini biasa kita jumpai setiap Sabtu pagi dari jam 10.00-12.00 di Taman Pendidikan Agama “Nurul Hikmah” yang bertempat di kediaman Ibu Erdefi Rakun Mas.Beliau jugalah yang menjadi pelopor serta pengajar TPA tersebut dengan dibantu beberapa warga Masyindo lainnya. Istri dari Bapak Cholid Mas ini ternyata sangat akrab dengan dunia pendidikan. Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Teknik UI Jurusan Elektro dan MSc in Computer Science dari Univ. of Minnesota,USA, beliau langsung menjadi dosen pada Fakultas Ilmu Komputer UI. Hingga saat ini beliau pun masih tercatat sebagai dosen untuk program S1 dan S2.
Ketika kami sampai di kediaman beliau, beliau tampak sedang mengajarkan pengenalan IQRA kepada anak-anak dari usia 5-8 tahun. Barulah pada saat istirahat kami dapat berbincang langsung dengan beliau.
Foto 1. Sebagian Peserta TPAMasyindo (M): “ Bagaimana awalnya Ibu bisa membentuk TPA ini?”
Erdefi Rakun Mas (EM):” Waktu diminta untuk membuka TPA di HCMC, awalnya saya merasa khawatir dan ragu untuk mengemban tugas ini. Khawatir karena saya tidak boleh salah dalam mengajarkan tentang Allah SWT dan agama Islam yang abstrak kepada anak-anak. Ragu karena saya belum punya pengalaman mengajar anak-anak kecil kecuali anak-anak dalam inner circle saya. Berkat bantuan dari semua yang ada di sekeliling saya, Alhamdulillah TPA ini sudah berjalan sejak November 2008. Dan anak2 yang tersenyum ceria sambil berlari-lari kecil datang ke rumah setiap sabtu adalah hal sangat menyejukkan hati. Pengalaman ini adalah pengalaman yang sangat berkesan sekali buat saya selama tinggal di Vietnam ini.”
Ibu dua anak ini, Ihsan (20 thn) dan Iman (17 thn), selain menjadi dosen tetap untuk S1 dan S2 Fasilkom UI, dulunya juga bertanggung jawab untuk UPT Komputer UI dan juga pernah menjabat sebagai Asisten Direktur untuk Bidang Sarana Akademis Pusilkom UI. Sebuah pekerjaan dan jabatan yang cukup bergengsi dan juga menyita banyak waktu tentunya.
M: “Kok bisa sampai ke Vietnam. Bisa cerita ke kita Bu?”
EM: Suami saya bekerja pada perusahaan multinasional yang bergerak di bidang perminyakan. Penugasan inilah yang menyebabkan saya sampai di Vietnam ini. Sebelumnya kami sekeluarga pernah tinggal di Bangkok, Thailand dan Kairo, Mesir.”
M: “Setelah lebih dari setahun tinggal di Vietnam ini, apa saja pengalaman suka dan dukanya Bu?”
EM: “Wah….yang pasti saya suka tinggal di sini karena saya rasa budaya Vietnam sangat mirip dengan budaya Indonesia, jadi saya merasa dapat lebih mudah menyesuaikan diri di sini. Kemudian, keindahan alamnya juga membuat diri saya betah di sini, hijau dan masih banyak tempat-tempat yang asli, misalnya Da Lat, Phan Thiet dan Ha Long Bay. Satu lagi nilai lebihnya…dekat dengan Indonesia, jadi kita bisa dengan mudah balik ke Indonesia bila ada keperluan atau kebutuhan yang mendadak. Tapi ada juga kekurangannya….bahasanya susah sekali. Walaupun saya sudah les bahasa Vietnam di salah satu universitas di HCMC, tapi masih saja saya mengalami kesulitan untuk berdialog dengan penduduk setempat. Lalu saya juga merasa sangat sulit menemukan tempat pendidikan (Red. Les) yang berbahasa Inggris, sehingga pengembangan diri kita agak terhambat di sini.”
Perbincangan kami terhenti karena salah satu anak peserta TPA datang dan bertanya kepada Ibu Efi mengenai arti dari sebuah bacaan pada lembaran kertas yang mereka terima sebelum kelas dimulai. Dengan penuh kesabaran Ibu Efi menjelaskan semuanya dengan benar, dan si anak pun tampaknya mengerti dan puas akan penjelasan dari beliau.
EM: “Kita harus menanamkan pendidikan agama yang benar kepada anak-anak kita sejak usia dini. Hal ini akan membuat mereka memahami fondasi agama yang kuat ketika harus berbaur dalam lingkungan masyarakat international di HCMC..
Selain menekuni bidang pendidikan, Ibu yang lahir pada tanggal 17 Juni di Tanjung Karang ini juga memiliki banyak sekali hobby, baik olah raga ataupun yang berhubungan dengan kesenian. Renang, bowling, tennis dan golf adalah sebagian hobby yang beliau lakukan di saat akhir pekan, adapun membaca, melukis di porselin, scrapbooking, dan membuat box adalah bentuk hobby lainnya yang kapan saja dapat beliau lakukan untuk mengisi waktu luang.
Tak terasa waktu bergulir sangat cepat, satu dua anak-anak peserta TPA mulai meninggalkan kediaman Ibu Efi Mas sambil mengucapkan salam dengan kerasnya. Kami pun merasa sudah waktunya untuk meninggalkan kediaman Ibu Efi karena masih banyak urusan duniawi yang harus diselesaikan. Melihat kegigihan dan kesabaran Ibu Efi Mas dalam menyampaikan pendidikan agama kepada anak-anak kecil, sudah patut rasanya kita angkat topi untuk hal itu. Semoga TPA Nurul Hikmah yang sudah berjalan sampai saat ini dapat terus berjalan dan bertambah besar.
Di akhir perjumpaan kami, Ibu Efi berpesan bahwa siapa saja yang memiliki anak kecil dan mau mengenal Islam lebih jauh, bisa bergabung di TPA Nurul Hikmah setiap hari Sabtu pagi.
Tunggu kehadiran Humas Masyindo HCMC di rumah anda atau hubungi
2 Testimoni:
Saya kenal mbak efi sudah hampir 5 tahunan...
Mbak Efi memang seorang "inspirator" sejati :) dan memiliki hati yang tulus..
Good luck mbak dan tetap semangat !
Asswrwb. Subhanallah saya sangat kagum sekali dengan perjuangan ibu yang senantiasa mengisi hari-harinya dengan kebaikan-kebaikan n sangat bermanfaat untuk kemajuan Islam. Perkenankan saya ingin sekali berkenalan dengan ibu, saya baru 1 minggu tinggal di Vietnam menjenguk suami yang kebetulan sama dengan Bapak Cholid Mas bekerja di migas Vietnam juga. Saya sementara tinggal di apartemen Hong Puch Ho Chi Minh. Nama saya : Lilis, Di Indonesia saya tinggal di Pondok Gede Bekasi, saya ibu rumahtangga biasa yang juga di tempat saya tinggal saya belajar dan mengajar membaca Al-Qur'an di Lembaga Tahfidz Qur'an IQRO. Mengingat pengalaman ibu yang subhanallah banyak hal yang ingin saya gali dari ibu tentang Vietnam terutama supaya kita tetap istiqomah dalam Islam n Yanfa'unass li da'wah ilaLLah. Fastabiqul Khairat!! WassallamWRWB
Testimonial
Server kami membutuhkan beberapa saat agar komentar bisa tersimpan dengan baik di halaman website ini. Silahkan klik tombol 'publish' agar komentar anda bisa ditayangkan.